Ngomong lah sesukamu….aku udah gak perduli apa yang kamu omong….
Ngoceh lah sesukamu…..aku udah gak open lagi….
Membual lah sesuka hatimu untukku…..aku udah gak percaya lagi ….
Toh dari dulu juga aku udah tau siapa kamu….
Dari dulu juga aku udah kenal watak dan tabiatmu….
Aku hapal setiap detik perubahan hatimu…..
Tak ada asap tentu tak ada api…..
Itu juga lah yang sekarang terjadi diantara kita……
Bertahun kita bersama……mengarungi hidup dalam suka dan duka…..menepis segala rintangan……mencoba menggapai segala asa kita berdua untuk kelangsungan hidup kita dan malaikat kecil kita……
Selama bertahun, ku rendahkan diriku hanya untuk mengharap peluk hangatmu…..
Selama bertahun, ku buang harga diriku hanya untuk merasakan cium mesra mu….
Selama bertahun juga, ku letakkan diriku dibawah kakimu hanya untuk melayanimu di ranjang….bergelut dalam segala hasrat dan nafsu yang membakar jiwa raga…berpeluh kita berpacu dalam rintih nikmat…..bergelut ku dalam pagutan liar mu ‘tuk membantumu melepas dahaga akan diriku……
Namun……..selama bertahun pengabdianku, tak sedikitpun kamu menghargainya……tak sedikitpun kamu membalasnya dengan sesuatu yang membuatku melayang bahagia……
Gak pernah tuh kamu memperlakukan aku seperti apa yang ku mau, kamu selalu menganggap segalanya sepele, menganggap segalanya gak penting, menganggap aku gak butuh apa – apa lagi….
Kamu selalu menganggap aku mampu untuk segala sesuatunya hingga gak butuh bantuan siapa pun….padahal kan aku juga butuh kamu untuk memberiku semangat….
Kamu selalu menganggap aku tegar seperti batu karang ditengah laut, padahal sesungguhnya aku orang yang cengeng, suka menangis dan lemah gak berdaya saat badai menerpa seakan gak mampu ‘tuk berdiri lagi….tapi kamu gak pernah ada untuk membantuku berdiri atau sekedar ‘tuk memberiku semangat…………
Kamu selalu berpikir bahwa aku gak butuh perhatianmu…hingga …’tuk sekedar memancing perhatianmu maka aku harus rela ‘tuk bersandiwara………..namun, perhatian yang kamu beripun hanya perhatian yang ala kadarnya seperti menebar garam ke laut, sebuah tindakan yang gak berarti………
Kemana kamu saat aku terjatuh…………..saat aku lunglai……saat aku menangis………..saat aku bimbang…………….saat aku gak tau lagi jalan mana yang harus ku piih…………..
Kamu membiarkan aku berjalan sendiri tertatih – tatih………berpikir bahwa aku mampu ‘tuk berlari dalam keadaan tertatih seperti itu sekalipun…………..
Kamu membiarkan aku bimbang tak tentu arah….membiarkan aku dalam segala kegiatanku tanpa mau tau apa yang sedang terjadi……tanpa mau tau apa aku sedang dalam kesulitan atau enggak…..tanpa peduli kalo saat itu aku butuh kamu untuk menyemangati aku…..
Kamu sering membiarkan aku tertidur sendiri dalam setumpuk penatku……tanpa mau berusaha untuk meringankan penatku itu…………
Kamu………
Yang gak pernah peduli aku…………….tapi akan peduli saat kamu butuh aku sebagai pemuas nafsumu……..
Kamu……..
Yang gak pernah membelaiku……………tapi akan merabaku nakal saat nafsumu datang…..
Kamu …….
Yang gak pernah menciumku……….tapi akan mencumbuku seolah kamu akan menelanku saat kamu lapar akan rasa itu..
Kamu………
Yang gak pernah menyentuhku……………tapi akan menyentuhku selama berjam – jam saat nafsu sudah menguasaimu…..
Kamu………..
Yang setelah selesai memuaskan nafsumu itu, akan kembali meninggalkan aku dalam sendiriku dan dalam diamku…….untuk kemudian, di lain waktu, kamu akan kembali datang padaku memperlakukan aku sebagai pemuas nafsumu…………..
Duuuuuuhhhh……………
Kenapa kamu selalu beranggapan bahwa materi yang kamu beri untukku sudah cukup untuk membuatku bahagia…….
Kenapa kamu selalu beranggapan bahwa segala fasilitas yang kamu beri untukku sudah cukup untuk membuatku sibuk lalu lalang dan kemudian melupakan untuk berpikir yang enggak – enggak tentang kamu………..
Kenapa kamu selalu beranggapan bahwa kamu sudah cukup membahagiakan aku lewat adegan ranjang yang terbilang sangat panas……..hingga kamu pikir bahwa memang hanya itulah yang kubutuhkan dalam hidup ini……..
Kenapa kamu gak berpikir bahwa sentuhan hangatmu dalam keadaan damai sangat aku tunggu…..bahwa belaian lembutmu saat aku sedang down sangat aku inginkan…………bahwa ciuman mesramu dalam keadaan yang tak pernah terduga sangat aku nantikan sensasinya………….
Dan bahwasanya, keintiman kita saat sedang santai adalah sesuatu yang sering ku angankan terjadi…….
Bukan Cuma keintiman saat diranjang….bukan Cuma ciuman nakalmu saat kita sedang bersiap terengah……….bukan Cuma rabaan liarmu saat tubuh ini mulai menggelinjang tak tentu arah menanti penunggang yang handal untuk mengendalikannya…………dan bukan Cuma kenikmatan duniawi saat kita bisa menggapainya setelah mengendaraiku dengan liarnya……………
Bukan…….bukan Cuma itu………..
Aku butuh sesuatu yang lain, sesuatu yang selama ini kamu anggap sepele….sesuatu yang selama ini gak pernah kamu bayangkan……………sesuatu yang selama ini begitu aku cari dan aku tunggu……..
Hingga akhirnya………….aku menyerah pada keadaan…………….
Keadaan yang membuatku berpikir bahwa kamu memang gak bisa memberi apa yang ku minta………
Keadaan yang membuatku sadar bahwa kamu selalu memberi apa yang gak ku minta………tanpa mau tau apakah hal itu yang akan membuatku bahagia dan tersenyum selalu………..
Keadaan yang membuatku akhirnya lelah menunggu dan menunggu………….dalam segala ketidak pastian langkah ini……
Maafkan aku………… Jika aku mungkin termasuk dalam orang yang tidak tau berterima kasih………..
Maafkan aku………… Jika aku mungkin termasuk dalam orang yang selalu meminta………
Maafkan aku………… Jika aku termasuk dalam orang yang hidup dalam ketidak puasan………
Meski sebenarnya aku gak termasuk dalam golongan itu…………
Bukankah dalam hidup ini kita seharusnya saling memberi dan menerima, bukan hanya memberi atau menerima saja………….
Hidup ini butuh keseimbangan bukan……..???
Dan begitulah aku………
Aku butuh keseimbangan untuk menyejukkan hati ini…….tapi kamu gak bisa memberi itu semua………
Sudah berkali kesempatan yang kuberi untukmu….tapi kamu gak pernah memanfaatkan kesempatan itu…………
Kamu terlalu yakin akan diri kamu sendiri bahwa aku gak akan mampu untuk hidup tanpamu……padahal kamu tau aku mampu untuk melakukan segalanya terlebih saat aku seorang diri……..
Kamu terlalu yakin bahwa aku selamanya akan membutuhkanmu………membutuhkan keahlianmu mengendaraiku…….membutuhkan materi yang selama ini kamu beri…………membutuhkan fasilitas yang selalu bisa menemani dalam setiap aktivitasku……..
Kamu terlalu yakin untuk semua hal itu…………….
Ku tau perasaanmu pun memang tidak pernah peka dan peduli…………bahkan saat aku mendapatkan apa yang ku mau dari dunia luar, perasaanmu gak bisa memperingatimu akan tanda – tanda kamu mulai kehilangan aku………..
Kamu membiarkan aku terbang………membiarkan aku berlari mengejar anganku sendiri…..membiarkan aku hilang…………
Lalu untuk apa semua ini harus kupertahankan bila hanya aku yang sanggup berlari sedang kamu hanya ingin berjalan santai dan menikmati sekelilingmu padahal aku yang disampingmu gak pernah kamu perhatikan………
Aku merasa udah terlalu lelah untuk semua perasaan yang aku alami ini….
Aku juga ngerasa kalo apa yang aku bayangin saat ini akan terjadi di kemudian hari….
Perasaan ini begitu kuat…tapi juga begitu menyiksa……
Bahkan….
Hijaunya daun pun gak bisa menyegarkan hati ini….
Derasnya hujan yang turun gak mampu untuk mendinginkan otak ku ini….
Warna warni pelangi juga gak sanggup untuk mencerahkan perasaan ini….
Tapi….
Justru kelabunya awan mampu untuk menggambarkan mendungnya hati ini…..
Pekatnya malam bisa melukiskan dengan jelas gulitanya rasa ini ……..
Berjalan tertatih menyemangati diri sendiri….
Tersenyum ‘tuk menyembunyikan pedih di hati….
Ps. Yang sabar aja ya friend……